Kemarau Panjang, Harga Ikan di Sampit Melonjak

Bidang Pengolahan dan Pemasaran

KOTAWARINGIN TIMUR – Harga sejumlah jenis ikan konsumsi di wilayah Sampit mengalami kenaikan signifikan di tengah musim kemarau. Minimnya pasokan dari pembudidaya lokal serta nelayan perairan umum, seperti sungai dan danau, menjadi pemicu utama melonjaknya harga komoditas pangan ini. Kondisi kemarau panjang ini mengakibatkan menyusutnya debit air di Daerah Aliran Sungai (DAS) Mentaya serta danau di hulu perairan. Hal tersebut menyulitkan para nelayan tangkap tradisional untuk mengoperasikan perahu menuju lokasi tangkapan potensial. Di sisi lain, situasi ini memaksa mereka mendatangkan pasokan tambahan dari luar daerah demi memenuhi permintaan konsumen yang tetap tinggi.

Hal tersebut disampaikan oleh Arbadi, seorang nelayan di Desa Sei Ijum Raya, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan. Menurutnya, penurunan debit air ini berdampak sistematis pada ekonomiwarga yang bergantung pada sektor perikanan.

“Penyebabnya adalah gelombang tinggi, angin kencang, dan harga BBM yang mahal serta sulit didapatkan. Akibatnya, hasil tangkapan menurun drastis. Para nelayan yang biasanya melaut sebulan penuh, kini hanya bisa melaut 8 kali. Itu pun kami belum bisa berangkat lagi karena perahu masih dalam proses perbaikan akibat bocor dihantam gelombang tinggi,” ujarnya.

Berdasarkan pantauan terkini oleh Pebrie, S.Pi., Analis Pasar Hasil Perikanan Ahli Pertama pada Bidang Pengolahan dan Pemasaran, hampir seluruh komoditas perikanan di Pasar Keramat, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur, mengalami kenaikan harga per Rabu, 23 September 2026.

Kenaikan harga eceran tersebut juga bervariasi, tergantung pada tingkat kesegaran dan ukuran ikan. Berikut rincian perbandingan harga rata-rata komoditas ikan per kilogram di Pasar Keramat, sebelum dan sesudah musim kemarau berdasarkan pemantauan tersebut:

Jenis Komoditas Harga Normal Harga Saat Ini Kenaikan
Ikan Patin Rp. 35.000,- Rp. 38.000,- Rp  3.000,-
Ikan Nila Rp. 55.000,- Rp. 60.000,- Rp  5.000,-
Ikan Gabus Rp. 75.000,- Rp. 80.000,- Rp  5.000,-
Ikan Jelawat Rp. 70.000,- Rp. 80.000,- Rp  5.000,-
Ikan Kembung Rp. 50.000,- Rp. 60.000,- Rp 10.000,-

Harga rata-rata eceran per kilogram di Pasar Keramat. Harga normal: (24 Agustus 2026) dengan harga saat ini (23 September 2026). Sumber: pemantaun harga Dinas Perikanan Kabupaten Kotawaringin Timur, Pebrie,S.Pi., Analis Pasar Hasil Perikanan Ahli Pertama pada Bidang Pengolahan dan Pemasaran.

Menurut salah satu pedagang di Pasar Keramat, kenaikan harga ini telah berlangsung selama beberapa pekan terakhir karena jarangnya pasokan segar dari pengepul.

“Untuk menutupi kekurangan di pasar, sebagian komoditas terpaksa dipasok dari luar daerah seperti Seruyan, Banjarmasin, hingga daerah lainnya. Oleh karena itu, biaya logistik pengiriman inilah yang akhirnya membuat harga tebus ikan ditingkat eceran merangkak naik,” jelasnya.

Dinas Perikanan Kabupaten Kotawaringin Timur terus melakukan pemantauan berkala terhadap perkembangan harga dan ketersediaan ikan. Informasi yang disampaikan kepada masyarakat benar-benar berdasarkan data yang telah diverifikasi, sehingga dapat menjadi sumber informasi sekaligus bahan evaluasi terhadap perkembangan sektor perikanan.

Terkait kondisi ini, para pedagang dan pelaku usaha perikanan di Sampit sangat berharap agar cuaca ekstrem segera membaik. Jika cuaca kembali bersahabat, distribusi ikan dapat berjalan normal sehingga harga di pasaran pun bisa kembali stabil. (via/bpp)